angga juner

angga juner

Senin, 25 Oktober 2010

Arah Mata Angin

1.1. Arah Mata Angin

Mata angin terbagi atas 16 bagian dimana pada bagian mata angin tersebut terdapat struktur Pra-tersier dan struktur Barisan (Tersier). Lihat gambar:

Gambar Arah Mata Angin

Keterangan : U = Utara : 0° atau 360°

TL = Timur Laut : 45°

T = Timur : 90°

TG = Tenggara : 135°

S = Selatan : 180°

BD = Barat Daya : 225°

B = Barat : 270°

BL = Barat laut : 315°

Didalam arah mata angin ada16 arah mata angin, akan tetapi arah mata angin tersebut terbagi menjadi 2 yaitu arah mata angin utama dan arah mata angin tambahan. Arah mata angin utama ada 8 arah mata angin yaitu arah mata angin kearah utara, selatan, timur, barat, timur laut, tenggara, barat daya, barat laut. Sedangkan arah mata angin tambahan ada 8 pula, yaitu utara timur laut, timur timur laut, timur tenggara, selatan tenggara, selatan barat daya, barat barat daya, barat barat laut, utara barat laut. Dari ke-16 arah mata angin ini kita bisa menentukan tempat dan tujuan.

Untuk menentukan arah mata angin bisa juga tanpa kompas dan itu sering lakukan oleh orang-orang tidak memiliki kompas. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk menentukan arah mata angin tanpa kompas, yaitu :

1. Makam/kuburan orang Islam.
2. Tempat ibadah (Masjid/Musholah).
3. Terbitnya matahari/bulan.
4. Lumut pada pohon.
5. Pucuk/ujung daun pada pohon.
6. Silet.

1.2. Pengenalan Kompas

Kompas, klinometer, dan “hand level” merupakan alat-alat yang dipakai dalam berbagai kegiatan survei, dan dapat digunakan untuk mengukur kedudukan unsur-unsur struktur geologi. Kompas geologi merupakan kombinasi dari ketiga fungsi alat tersebut. Jenis kompas yang akan dibahas disini adalah tipe Brunton dari berbagai merek.

Kompas adalah alat yang berfungsi untuk menetapkan/menunjukkan arah mata angin. Seorang pengembara dan ahli berkemah, harus mengetahui benar tentang Kompas. Dengan bersemboyan pada Kompas, ia akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam Peta, maka ia tidak akan tersesat dalam perjalanan/pengembaraan.Kompas geologi yang biasa digunakan adalah kompas geologi tipe Brunton.

ELEMEN KOMPAS GEOLOGI

Keterangan :

1. Sighting tip = pembidik utama

2. Sighting arm = pembidik lengan

3. Index pin = petunjuk

4. Clinometer scale = skala Klinometer

5. Damping Pin = pengunci

6. Sighting window = kaca pembidik

7. Mirror = Cermin

1.3. Prosedur Pengukuran Struktur Bidang

1.3.1 Menentukan Strike dan Dip

- Menentukan Strike

Dalam menentukkan Strike harus dilakukan :

1. Buka kompas sehingga terbentuk sudut 90o – 180o

2. Letakkan sisi East pada bidang miring yang akan di ukur.

3. Atur posisi kompas dengan mengotak-atik bagian bawah pada kompas sehingga posisi gelembung tepat ditengah – tengah mata sapi.

4. Baca nilai strike sesuai dengan arah jarum utara kompas. Cara pembacaan adalah N-E untuk skala 3600 atau N-E dan N-W untuk skala 90o.

- Menentukan Dip

Dalam Menentukan Dip/kemiringan dilakukan :

1. Setelah strike fiukur, buat garis horizontal yang menunjukkan arah strike.

2. letakkan sisi West kompas pada bidang dimana tegak lurus terhadap garis horizontal yag dibuat.

3. Atur Klinometer sehingga posisi gelembung udara pada long level benar-benar berada ditengah.

4. Lalu baca hasil dari nilai dip sebagai bidang yang di ukur.

1.4. Sistem Azimuth

Sebelum membaca system azimuth kita harus mengerti dahulu apa itu azimuth. Oleh karena itu kita artikan dahulu azimuth dan back azimuth, Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam.

Ada tiga macam azimuth yaitu :

1. Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran.

2. Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran.

3. Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.

back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.

Contoh :
30o sasaran baliknya adalah 30o + 180o = 210o
240o sasaran baliknya adalah 240o - 180o = 60o

Pada sistem azimuth busur pada lingkaran horison diukur mulai dari titik Utara ke arah Timur. Kadang-kadang diukur dari titik Selatan ke arah Barat. Jika Azimuth diukur dari Utara ke Barat atau berlawanan dengan arah perputaran jarum jam, biasanya dinyatakan negatif dan diberi tanda (-). Dengan demikian dapat dinyatakan misalnya Azimuth titik Barat 270 derajat adalah sama dengan -90 derajat.

N…….oE = N 045 oE

Mengukur lurus dan kemiringan dengan kompas azimuth, memiliki prosedur yaitu sebagai berikut :

1. Bukalah cermin kompas > 90o

2. Letakkan salah satu sisi kompas yang bertanda E atau W (bukan N atau S) pada bidang yang akan diukur.

3. Aturlah posisi kompas sedemikian rupa sampai horizontal dengan bantuan “mata lembu”. Tetapi harus dijaga agar sisi kompas tetap menempel pada bidang yang diukur (bila bidangnya renjul, lakukanlah itu dengan bantuan clipboard atau yang semacamnya).

4. Bacalah jarum utara dan segera catat agar tidak lupa (bila kompas diangkat, jarum akan bergerak). Angka yang anda baca adalah jurus bidang yang diukur.

5. Tandailah garis potong antara : bidang yang diukur dengan bidang dasar kompas (= bidang horizontal). Biasanya dengan menekan angka keras atau menggeser agak keras.

6. Ubahlan posisi kompas sehingga bidang dasar komp;as tegak lurus terhadap garis potong (= jurus) pada nomor 5.

7. Aturlah klinometer sehingga gelembung pengatur horizontal terletak di tengah. Kemudian bacalah angka yang ditunjukkan (dalam hal ini kompas dapat diangkat). Hasil yang diperoleh adalah besarnya kemiringan.

8. Putarlah kompas sedemikian rupa sehingga posisinya seperti dalam gambar II. 9C. Buatlah horizontal dan bacalah arah yang ditunjukkan jarum utara : misalnya N, NE, E, SE, S, SW, W, NW. Angkanya tidak perlu dicatat. Hasil pembacaan adalah arah kemiringan.

Kedudukan struktur bidang yang diukur dapat dicatat sebagai berikut : (misalnya) N 45oE/20oSE, artinya : jurus bidang adalah timur laut dan miring atau condong 20o ke arah tenggara. Bidang N 45oE/20o SE bisa juga dibaca dan dicatat sebagai N 225oE/20oSE. Angka yang pertama diperoleh karena yang ditempel adalah sisi yang bertanda E sedang angka yang kedua karena yang ditempel adalah sisi yang bertanda W.

1.5. Sistem Kuadran

Untuk mengukur jurus, lekatkan sisi kompas yang bertanda E atau W, letakkan horizontal dan baca salah satu ujung jarum. Dianjurkan agar selalu membaca angka pada belahan utara kompas (atau bagian dengan tanda N). Dengan demikian kita akan mempunyai bacaan-bacaan sebagai berikut N …E atau N….W (tidak akan terjadi S…E atau S…..W).

Untuk mendapatkan kemiringan prosedurnya sama seperti pada kompas azimuth, dan harus dinyatakan kemana arah kemiringannya. Untuk arah kemiringan hanya jarum utara yang dibaca.

Mempunyai pembagian derajat mulai dari derajat pada arah Utara dan Selatan sampai 90 derajat pada arah Timur dan Barat. Pembacaan dimulai dari arah Utara atau Selatan kearah Timur atau Barat sesuai kedudukan jarum kompas.

N….oE → N 045oE

S…..oE → S 045oE

N….oW → N 045oW

S….oW → S 045oW.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar