angga juner

angga juner

Sabtu, 07 Januari 2012

PERTANYAAN PANAS PEMBAKARAN, PELARUTAN, TITIK DIDIH, DAN TEGANGAN PERMUKAAN

Percobaan I : Panas Pembakaran

1. Faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi hingga terjadi panas pembakaran?

2. Apakah ada pengaruh atau tidak rantai karbon dalam panas pembakaran?

3. Reaksi apa saja yang terjadi dalam panas pembakaran?

4. Mengapa proses pembakaran mengguanakan Heliks Tembaga Spiral?

5. Kenapa dalam reaksi percobaan ini dilakukan dala keadaan adiabatik?

Jawab:

1. - Jumlah zat yangbereaksi

- Keadaan fisik

- Temperatur

- Tekanan

- Jenis reaksi (P tetap atau V tetap)

2. Ada, karena dalam praktikum panas pembkaran, reaksi berjalan dengan reaksi pembakaran sempurna, sehingga susunan pada rantai karbon mempengaruhi terhadap panas pembkaran.

3. Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm

4. Karaena agar panas yang terjadi dapat diserap secara merata, sehingga panas yang dihasilkan melalui tembaga tersebut lebih baik.

5. Dilakukan dalam proses adiabatik agar tidak ada panas yang keluar atau masuk dalam proses tersebut, sehingga reaksi berjalan sesuai yang diharapkan

Percobaam II : Panas Pelarutan

1. Apakah Panas pelarutan senyawa hidrat berbeda dengan panas pelarutan senyawa non hidrat?

2. Faktor – faktor apa saja yang dapat mempengarui faktor panas pelrutan?

3. bagaimana cara menentukan harga kalorimeter?

4. Apa yang dimaksud solvasi dalam percobaan panas pelarutan?

5. Sebutkan dua jalan perhitungan kenaikan temperatur pada panas pelarutan?

Jawab:

1. Senyawa pelarutan hidrat dengan non hidrat meneurut teori senyawa hidrat lebih eksotermis dibandingkan senyawa non hidrat.

2. a. konsentrasi larutan.

b. jumlah mol pelarut dan zat teralrut.

3. a. Dengan menggunakan zat

Zat kimia yang telah diketahui panas pelarutannya.

b.Dengan menggunakan larutan yang di tentukan dan telah ditetapkan seperti air panas dan air dingin.

4. Adanya interaksi yang kuat dengan suatu pelarut.yang akan melepaskan suatu kalor.

5. a.Melalui pengkalibrasi terlebih dahulu terhadap kalorimeter yang dipakai maka perubahan panas reaksi mutlak dapat diketahui.

b. melalui penentuan jumlah energi listrik memberikan kenaikan temperatur.

Percobaan III: Kenaikan Titik Didih

1.Apa itu kenaikan titik didih?

2. Pada saat bagaimana,kenaikan titik didih dapat terjadi?

3. Faktor Apa saja yang mempengaruhi kenaikan titik didih ?

4. metode sederhana apa yang digunakan untuk memperkirakan kenaikan titik didih?

5. Jelaskan bagaimana cara menentukan ciri umum sifat kologatif larutan?

Jawaban:

1. kenaikan titik didih ialah keadaan dimana suatu laruatn memiliki suhu ataupun tekanan dari cairan tersebut sama dengan tekanan diluar dari cairan tadi.

2. Peristiwa mendidih terjadi pada saat tekanan uap jenuh larutan tetsebut sama dengan larutan luar, yaitu pada kondisi normal pada tekanan udara 1 atm.

3. Kenaikan titik didih tergantung kepada tekanan luar yang berarti tergantung pula kepada tempat cairan itu dilepaskan.

4. metode sederhana dalam memperkirakan kenaikan titik didih adalah menggunakan hukum duhring.

5. cara untuk menentukan, yang pertama dalah zat terlarut tidak midah menguap , sehingga tidak tidak memberi kotribusi pada uapnya. Asumsi yang kedua, zat terlarut tidak terlarut dalam pelarut padat.

Percobaan IV : Tegangan permukaan

1. Bagaimana suatu tegangan permukaan itu bisa terjadi?

2. Apakah suatu gaya tarik menarik anatar molekul dalam suatu zat cair akan mempengaruhi tegangan permukaan?

3. Mengapa terjadi perbedaan tekanan pada masing – masing lempeng?

4. Sebutkan empat cara metode yang dilakukan dalam tegangan permukaan?

5. Mengapa metode kenaikan kapiler sangat penting dalam cara metode tegangan permukaan ?

Jawaban:

1. terjadi dari akibat tarik – menarik antar molekul zat cair.

2. Ya, karena molekul zat cair yang berada dibagian fase seluruhnya akan dikelilingi oleh molekul dengan gaya tarik – menarik yang sama kesegala arah, termasuk bagian atas dan bawah.

3. Perbedaan tekanan disebabkan karena ukuran partikel suatu zat bebeda dan dapat dipengaruhi juga karena konsentrasi.

4. 1. Metode kenaikan kapiler.

2. Metoode tetes

3. Metode tekanan uap maksimum gelembung

4. Metode cincin

5. karena dalam pipa kapiler tegangan permukaan didalam lebih besar dari pada tekan pipa diluar, sehingga sangat mempengaruhi kesetimbangan antar gaya.

Percobaan V : Menentukan Jejari Molekul dengan meetode viskositas

1. Faktor – faktor apa saja yang dapat memepengaruhi viskositas.?

2. Viskositas berhubungan dengan adanya fluida sejati. Apakah sifat dari fluida sejati tersebut?

3. Sebutkan nama – nama alat untuk menentukan viskositas?

4. sebutkan dan jelaskan 2 cara pengelompokan aliran cairan pada pengukuran viskositas cair?

5. jelaskan penggunaan tentang Viskometer cannon fenske?

Jawaban:

1.- konsentrsi larutan

- berat jenis larutan

- suhu

- waktu alir larutan

2. sifat fluida sejati adalah kompasible, artinya volume dan massa jenisnya akan berubah bila diberi tekanan.

3. a Viskometer Ostwald

b. Viskometer Cannon Fensake

c. Viskometer Hoppler

d. Viskometer Spesifik

e. Viskometer reduksi

f. Viskometer instrinsik

4. 1.Aliran Laminer

Aliran yang secara umum menggambarkan Laju aliran kecil melalui sebuah pipa engan garis tengah kecil.

2.Aliran Turbulen

Aliran yang menggambarkan laju aliran yang besar melalui pipa, dengan melalui ,pipa tersebut dengan suatu diameter yang berukuran besar.

5. Digunakan untuk menentukan viskositas dan jari – jari molekul dari zat cair yang akan ditentukan. Caranya hampir sama sepert pada viskometer hoppler.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar