angga juner

angga juner

Sabtu, 23 Oktober 2010

pemanasan global

Langsung ke: navigasi, cari
Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air lautdiperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Tambang Timah Bangka Belitung : Bercermin (lah) Pada Penambangan Intan Voorspoed kepada Ekonomi Lokal

Tambang Timah Bangka Belitung : Bercermin (lah) Pada Penambangan Intan Voorspoed kepada Ekonomi Lokal




"Kita berada di era baru, dengan lebih terlibat langsung di dalam dan bersama komunitas. Kita berhasil mencapai tujuan karena kuatnya kemitraan dan komitmen yayasan kita terhadap perubahan dan pemberdayaan sosial"

Jennifer Oppenheimer, Ketua De Beers Fund


Tambang intan De Beers di Voorspoed senilai 1.3 milyar Rand atau sekitar 1.4 trilyun rupiah terletak sekitar 30 km sebelah Timur Laut Kroonstad, di Kecamatan Fezile Dabi, Provinsi Free State, Afrika Selatan. Waktu operasional adalah tahun 2006 – 2023 yang meliputi persiapan, eksploitasi, dan penutupan tambang (mine closure). Sebesar 26% saham Voorspoed yang beroperasi sejak Mei 2008 ini dimiliki oleh Ponaholo Trust, yang 50% nya dimiliki oleh karyawan dan pensiunan perusahaan dan 50% sisanya dimiliki oleh Ponahalo Investment Holdings. Voorspoed adalah contoh perusahaan tambang yang memiliki disain rencana lingkungan, rehabilitasi dan penutupan tambang bahkan sebelum intan ditambang dari tanah. Tambang intan De Beers terbaru ini merupakan perusahaan tambang pertama yang menerapkan peraturan penambangan Afrika Selatan terbaru tahun 2004 yang menempatkan semua hak kepemilikan di bawah pengawasan pemerintah, dan penambang harus memenuhi hak kepemilikan yang ketat, ambang batas sosial, lingkungan dan ketenagakerjaan.


Penambangan Intan

Tambang dengan sistem open cut mining ini diperkirakan mencapai kedalaman pit 360 – 420 m. Intan ditambang dengan pengeboran dan peledakan batuan. Batuan hasil ledakan diangkut dengan dump-truck ke sistem penghancur tingkat satu dimana dihasilkan batuan hingga berukuran 200 mm. Batuan tersebut diangkut dengan ban berjalan ke penghancur tingkat ke dua sehingga menghasilkan batuan berukuran 60 mm. Selanjutnya batu yang telah berukuran lebih kecil ditimbun sebelum diangkut dengan ban berjalan ke High Pressure Roll Crusher (HPRC), dimana terjadi penghancuran tahap ke tiga dan menghasilkan ukuran sekitar 1.5 – 25 mm. Pada tingkat produksi maksimum, unit penambangan akan menghasilkan rata-rata 4 juta ton biji kimberlite per tahun. Kepingan batuan diseleksi dengan sinar X, dan terakhir seleksi manual (hand sorting). Kapasitas produksi pengolahan batu ini adalah 4 juta ton per tahun dan diharapkan mampu menghasilkan lebih dari 10 juta karat.

Sekalipun intan yang dihasilkan sebagian besar tergolong berkualitas rendah namun Voorspoed dikenal sebagai penghasil intan bewarna merah muda (pink diamonds) dan kadang-kadang berukuran besar. Pink diamonds adalah jenis intan yang langka seperti halnya blue diamonds yang berpredikat intan terlangka di dunia. Jenis intan lain yang dikenal di dunia adalah orange diamonds, yellow diamonds, red diamonds, purple diamonds, black diamonds, dan green diamonds.


Kontribusi Terhadap Masyarakat Lokal

Kontribusi terhadap ekonomi lokal adalah dalam bentuk pekerjaan kecil, jasa, dan produk yang dibeli dari lokal selama pembangunan pabrik, termasuk upah tenaga kerja selama periode pembangunan. Selama periode penambangan lebih dari 1 milyar Rand atau sekitar 1 trilyun rupiah akan dihasilkan di Provinsi Free State. Selama pembangunan tersedia lapangan kerja bagi 1200 lowongan dan lebih dari 40% diisi oleh masyarakat sekitar. Kontribusi lebih besar akan dinikmati oleh Provinsi Free State selama masa operasional. Sejak mulai beroperasi, lebih dari separuh dari 190 personil telah direkrut dari daerah sekitar. Pada puncak produksi, diperkirakan lebih dari 70% tenaga dari 316 tenaga tetap dan 100 orang tenaga kontrak akan dicari dari daerah sekitar. Karyawan berumur kurang dari 35 tahun dan semua karyawan memiliki kualifikasi pendidikan lebih tinggi dibandingkan semua perusahaan tambang sejenis di Afrika Selatan.

Pengadaan barang oleh suplier lokal HDSA (historically disadvantaged South African) diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui fasilitasi dan tranfer keterampilan dagang dan kewirausahaan. Berbagai jasa yang diperoleh secara lokal adalah transportasi karyawan, perawatan bangunan, kebersihan kantor, pekerjaan kecil (sipil dan mekanik), keamanan, katering, penyediaan peralatan bengkel, jasa kebun, pembuangan sampah, dan akomodasi. Jasa-jasa lain yang akan diberikan ke penyedia lokal, walau tidak harus adalah transportasi karyawan, pemisahan sampah dan pembuangan, pembersihan pengolahan, perawatan mesin, dan rehabilitasi. Perusahaan suplier milik warga negara Afrika Selatan yang berkulit hitam mendapat perhatian perusahaan.

Pengembangan ekonomi lokal meliputi proyek penerangan di dua kabupaten, perbaikan jalan, fasilitas pabrik paving block, pusat dukungan bisnis, peningkatan pendidikan, dan program investasi sosial. Pengembangan SDM termasuk pelatihan, beasiswa, magang, dan peluang untuk direkrut oleh perusahaan. Proyek yang terkait dengan investasi sosial dilaksanakan di sekitar lokasi pertambangan dan komunitas masyarakat seperti dilakukan di penambangan intan De Beers lain dengan Focus on Cullinan, Focus on Soweto, dan Focus on Limpopo. Berbagai aktivitas sosial dilakukan seperti pembuatan taman umum, rumah bagi anak penderita trauma, pusat pelayanan penyandang cacat pendengaran dan wicara, pelayanan kesehatan gigi, puskesmas dengan fokus pada penderita HIV/AIDS, rumah jompo, pembangunan sekolah dasar dan sekolah keguruan dan kependidikan, pembentukan band, kewirausahaan bagi wanita di daerah yang tergolong memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, dan peningkatan kesadaran akan lingkungan hidup bermitra dengan WWF pada kegiatan Eco-School di Limpopo.


Lingkungan Hidup

Lokasi penambangan yang jauh dari penduduk tampaknya memberikan keuntungan bagi perusahaan. Rona awal lingkungan yang lebih didominasi tumbuhan bawah terutama rumput-rumputan Themeda aristata dan Themeda triandra (red grasses) juga memberikan kemudahan bagi revegetasi lahan pasca penutupan tambang. Jenis tumbuhan yang tidak dominan tercatat rumput Eragrostis sp. dan sejenis serai Cymbopogon sp. Fauna yang terlihat beberapa kilometer dari lokasi penambangan adalah jenis-jenis antelope atau disebut kudu (Tragelaphus spp.). Masalah lingkungan yang paling dicermati adalah debu, namun debu yang dihasilkan yakni 1200 mg/hari/km2 masih di bawah baku mutu.

Kepatuhan perusahaan akan undang-undang tercermin dari komposisi 50% HDSA di posisi manajemen dan jumlah minimal tenaga kerja wanita – women in mining (WIM) sebesar 10%. Perusahaan telah memperkerjakan 63% HDSA di posisi manajemen dan 22% WIM. Prosentase WIM di Voorspoed ini jauh lebih besar daripada prosentase WIM di penambangan intan sejenis di Afrika Selatan. Menurut Andy Taylor, Manager Operasi, jumlah tenaga kerja wanita diperlukan terkait pada tahapan seleksi warna batuan.

Perusahaan ini memenuhi berbagai dokumen yakni AMDAL (Environment Impact Assessment – EIA), Social Impact Assessment (SIA), Heritage Impact Assessment, dan Wetlands Assessment (lahan basah). Perusahaan juga mengacu pada EMP (environmental monitoring program), ISO 14001, dan penutupan tambang (mine closure) yang berkelanjutan. Informasi lingkungan dilakukan dengan melalui penelitian tipe tanah, daya dukung lahan, penggunaan tanah sebelum aktivitas penambangan, dan pemantauan. Alokasi untuk lingkungan termasuk rehabilitasi tahunan dan penutupan tambang sebesar R 86,5 juta atau sekitar 95 milyar rupiah. Untuk menjamin program rehabilitasi yang berkelanjutan, uji coba rehabilitasi dilakukan beberapa saat setelah aktivitas penambangan dimulai di tahun 2008 ini.

Kunjungan ke Voorspoed memotret upaya menyeimbangkan antara pendapatan perusahaan dan manfaat ekonomi baik langsung maupun tidak langsung dan pemberdayaan kewirausahaan masyarakat sekitar khususnya sebagian warga negara berkulit hitam yang kurang diuntungkan di masa lampau, serta kepatuhan perusahaan akan peraturan perundang-undangan baru yang mempedulikan aspek lingkungan, ketenagakerjaan dan sosial. Pembangunan berkelanjutan yang abadi menyerupai slogan perusahaan. De Beers – A diamond is forever.


Written By :

Eddy Nurtjahya
Dosen dan Peneliti Universitas Bangka Belitung
Published at Harian bangka Pos Edisi 17 Desember 2008
DAMPAK PENAMBANGAN TIMAH BAGI MASYARAKAT BANGKA BELITUNG

Bekas-bekas penambangan TI umumnya dibiarkan saja sebagaimana adanya, tanpa adanya upaya mereklamasi. Dengan luasan wilayah penambangan antara dua sampai lima hektar, bolong-bolong pada permukaan tanah yang mereka gali merupakan pemandangan yang tampak mengenaskan. Penambangan timah inkonvensional di Kecamatan Belinyu kini masih terus berlangsung, termasuk di kawasan hutan lindung. Salah satunya adalah di kawasan hutan lindung Gunung Pelawan. Penambang secara sembunyi-sembunyi tetap menambang timah di kawasan terlarang tersebut. TI juga merusak daerah aliran sungai, kawasan sempadan pantai, hutan lindung, dan hutan produksi. Lubang-lubang bekas penambangan tandus karena tidak direklamasi.
Istilah TI sebagai kepanjangan dari Tambang Inkonvensional sudah sangat dikenal di kalangan rakyat Kepulauan Bangka Belitung. Ini merupakan sebutan untuk penambangan timah dengan memanfaatkan peralatan mekanis sederhana, yang biasanya bermodalkan antara 10 juta sampai 15 juta rupiah. Untuk skala penambangan yang lebih kecil lagi, biasanya disebut Tambang Rakyat (TR). TI sebenarnya dimodali oleh rakyat dan dikerjakan oleh rakyat juga. Secara legal formal TI sebenarnya adalah kegiatan penambangan yang melanggar hukum karena memang umumnya tidak memiliki izin penambangan.

Pada awalnya TI "dipelihara" oleh PT. Tambang Timah ketika perusahaan itu masih melakukan kegiatan penambangan darat di Kepulauan Bangka Belitung. TI sebetulnya muncul karena dulu PT. Tambang Timah melihat daerah-daerah yang tidak ekonomis untuk dilakukan kegiatan pendulangan oleh PT. Tambang Timah sendiri. Oleh karena itulah, kepada pengelola TI diberikan peralatan pendulangan mekanis yang sederhana. Peralatan yang dibutuhkan memang tidak terlalu rumit, cukup dengan ekskavator, pompa penyemprot air, dan menyiapkan tempat pendulangan pasir timah. Metodenya pun sederhana, tanah yang diambil dengan ekskavator kemudian ditempatkan di tempat pendulangan, dan kemudian dibersihkan dengan air. Lapisan tanah yang benar-benar berupa tanah, dengan sendirinya akan hanyut terbawa air, dan tersisa biasanya adalah batu dan pasir timah.

Pada mulanya pengelola TI melakukan kegiatan di dalam areal kuasa penambangan (KP) PT. Tambang Timah dan kalau sudah habis mereka bisa pindah ke tempat lain yang ditentukan oleh PT. Tambang Timah. Akan tetapi, setelah masuk di era reformasi, dari tahun 1998 ke atas, masyarakat mulai mencari-cari lokasi di luar KP PT. Tambang Timah sehingga jumlah TI berkembang pesat menjadi ribuan. Mereka kini di luar kontrol karena menambang kebanyakan di luar KP PT. Tambang Timah.

Kegiatan pertambangan inkonvensional timah di Pulau Bangka dalam setahun terakhir makin memprihatinkan. Seiring dengan itu pembangunan smelter (pabrik pengolahan menjadi timah balok) juga mengalami peningkatan sangat tajam. Meruyaknya smelter menjadi ancaman besar terjadinya pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan smelter-smelter baru tersebut kurang mempertimbangkan sisi lingkungan. Kerusakan akibat kegiatan penambangan ilegal dengan mudah ditemukan, seperti di kawasan Kecamatan Belinyu.

1. Lubang Tambang

Sebagian besar pertambangan mineral di Indonesia dilakukan dengan cara terbuka. Ketika selesai beroperasi, perusahaan meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air. Air lubang tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat merembes ke sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Potensi bahaya akibat rembesan ke dalam air tanah seringkali tidak terpantau akibat lemahnya sistem pemantauan perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Di pulau Bangka dan Belitung banyak di jumpai lubang-lubang bekas galian tambang timah (kolong) yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya.

2. Air Asam Tambang

Air asam tambang mengandung logam-logam berat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika air asam tambang sudah terbentuk maka akan sangat sulit untuk menghentikannya karena sifat alamiah dari reaksi yang terjadi pada batuan. Sebagai contoh, pertambangan timbal pada era kerajaan Romawi masih memproduksi air asam tambang 2000 tahun setelahnya. Air asam tambang baru terbentuk bertahun-tahun kemudian sehingga perusahaan pertambangan yang tidak melakukan monitoring jangka panjang bisa salah menganggap bahwa batuan limbahnya tidak menimbulkan air asam tambang. Air asam tambang berpotensi mencemari air permukaan dan air tanah. Sekali terkontaminasi terhadap air akan sulit melakukan tindakan penanganannya.

3. Tailing

Tailing dihasilkan dari operasi pertambangan dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar 97 persen dari bijih yang diolah oleh pabrik pengolahan bijih akan berakhir sebagai tailing. Tailing mengandung logam-logam berat dalam kadar yang cukup mengkhawatirkan, seperti tembaga, timbal atau timah hitam, merkuri, seng, dan arsen. Ketika masuk kedalam tubuh makhluk hidup logam-logam berat tersebut akan terakumulasi di dalam jaringan tubuh dan dapat menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan.
Akibat aktifitas liar ini, banyak program kehutanan dan pertanian tidak berjalan, karena tidak jelasnya alokasi atau penetapan wilayah TI. Aktivitas TI juga mengakibatkan pencemaran air permukaan dan perairan umum. Lahan menjadi tandus, kolong-kolong (lubang eks-tambang) tidak terawat, tidak adanya upaya reklamasi/ rehabilitasi pada lahan eks-tambang, terjadi abrasi pantai dan kerusakan cagar alam, yang untuk memulihkannya perlu waktu setidaknya 150 tahun secara suksesi alami.

Hutan menjadi korban, alam pun mengamuk!

Legalitas pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan dan pengeksploitasian sumber daya alam yang berlebihan tanpa mengindahkan keseimbangan ekosistem merupakan salah satu pemicu kerusakan lingkungan di Bangka Belitung. Keadaan ini merupakan imbas dari krisis ekonomi berkepanjangan yang berakibat pada krisis sosial. Selain itu pelaksanaan otonomi daerah yang kurang siap mengakibatkan eksploitasi sumberdaya yang tidak berkelanjutan. Pada akhirnya, aktifitas yang tidak lepas dari urusan ekosistem alam inipun membuat imbas berupa kerusakan lingkungan tatanan ekosistem pulau Bangka khususnya daerah yang mengalami degradasi kualitas dan kuantitas lahan yang telah mencakup luas ke beberapa aspek ekosistem Bangka pada umumnya, yakni khususnya wilayah hutan di Bumi Serumpun Sebalai ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan TI di Pulau Bangka telah memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun, bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan TI. Aktivitas pertambangan yang dilakukan secara sporadis dan massal itu juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang dahsyat. Sebagian besar penambang menggunakan peralatan besar sehingga dengan mudah mencabik-cabik permukaan tanah. Sisa pembuangan tanah dari TI menyebabkan pendangkalan sungai.

Kerusakan yang ditimbulkan TI tidak hanya terjadi di lokasi penambangan wilayah daratan. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, bahwasanya kerusakan alam bahkan terjadi hingga ke pantai (masyarakat Bangka menyebutnya TI Apung), tempat bermuara sungai-sungai yang membawa air dan lumpur dari lokasi TI. Di kawasan pantai, hutan bakau di sejumlah lokasi rusak akibat limbah penambangan TI. Selain itu di wilayah pesisir pantai, beroperasi juga tambang rakyat menggunakan rakit, drum-drum bekas, mesin dongfeng dan pipa paralon, yang mengapung. Para buruh menyelam ke dasar laut, mengumpulkan sedikit demi sedikit timah.

Bekas-bekas penambangan TI umumnya dibiarkan saja sebagaimana adanya, tanpa adanya upaya mereklamasi. Dengan luasan wilayah penambangan antara dua sampai lima hektar, bolong-bolong pada permukaan tanah yang mereka gali merupakan pemandangan yang tampak mengenaskan. Penambangan timah inkonvensional di Kecamatan Belinyu kini masih terus berlangsung, termasuk di kawasan hutan lindung. Salah satunya adalah di kawasan hutan lindung Gunung Pelawan. Penambang secara sembunyi-sembunyi tetap menambang timah di kawasan terlarang tersebut. TI juga merusak daerah aliran sungai, kawasan sempadan pantai, hutan lindung, dan hutan produksi. Lubang-lubang bekas penambangan tandus karena tidak direklamasi.

Perusakan hutan karena tambang membuat banyak wilayah kekeringan hebat pada musim kemarau. Jika dilihat dari udara sebelum mendarat di Bandara Depati Amir, wajah bumi Bangka Belitung dipenuhi kawah dan lubang menganga. Lubang-lubang itu terisi air hujan dan menjadi tempat subur perkembangan nyamuk anofeles. Akibatnya, penularan penyakit malaria di Pulau Bangka cukup tinggi.
Untuk Pujaan Hati

Kau begitu indah dan mempesona..
senyum dan sorot matamu membuat ku terbang ke angkasa...
kau bagaikan bidadari
yang mampu menghapus smua kesedihan dan gundah yang aku rasakan...
ku ingin bisa menatapmu stiap saat...
ku ingin selalu ada didekatmu
tuk mencurahkan kasih sayang
yang ku persiapkan hanya untukmu...
hanya untukmu pujaan hatiku..

arti cinta

Kumpulan arti cinta.


Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

belajar dari pengalaman

ketika kita mulai mencintai seseorang belajar lah duluan untuk memahami sifat,kesukaannya dan kemauannya....
ketika kalian udh memahami ketiga pokok itu kalian akan mulai bisa mencintai dirinya baik kelebihannya maupuan kekurangannya,,,
dari belajar kekurangnya kita bisa mencintainya sepenuh hati...
dan jagalah cinta kalian dengan sepenuh hati...
dan korbankan semuanya tapi tidak merugikan kalian semua....
sekian...

Kamis, 03 Juni 2010

aku kuliah ini adalah untuk membuat contoh kepada adek-adekku,
agar dia tau bahwa kita harus kuat dan tidak selau meminta uang kepada ortu.....
didalam kuliah ini aku memiliki teman-teman yang baik-baik,
terutama pada temanku di team buraz FC,

di unsri aku sama cewek yang cukup cantik,
tapi tidak terlalu tinggi,
tp sifat na koq gitu yeah....
sedikit gx sopan....

tp AKU MASIH MENYUKAINYA....
tapi kapan yeah dia bisa jadi milikku????
soalnyA tipe dia tinggi sich....
aku nich org gx gnteng, dan hmpir smua na kurang.....

teman-teman tolong kasih ide-ide donk????
untuk dapatkan cwek itu....

THANKZ